Skip to main content

Posts

Memaknai Konstitusionalisme Indonesia

Buku Memaknai Konstitusionalisme Indonesia (2018) ini merupakan buku yang berisi kumpulan tulisan saya di berbagai media, utamanya di Majalah Konstitusi . Diterbitkan dengan bantuan Agus Mulyono (www.cedes.or.id) dan Budy Sugandi (wwww.insight-indonesia.com), Aura Publishing menerbitkannya pada September 2018. Selamat membaca: https://www.researchgate.net/publication/328913859_Memaknai_Konstitusionalisme_Indonesia

Presentasi Tambo pada ID-IGF 2017

Pada menit 1:36:20 ada presentasi Tambo di ID-IGF 2017 .

Mucize Crysanthemum Luthfi

Anak perempuanku, Mucize Crysanthemum Luhtfi, lahir Depok, 5/5/2018.

Istanbul Marathon 2015, Berlari dari Asia ke Eropa

http://surabaya.tribunnews.com/2015/11/25/istanbul-marathon-2015-berlari-dari-asia-ke-eropa Oleh: Luthfi Widagdo Eddyono Anggota  Indonesia-Turkey Research Community (ITRC)/tinggal di Istanbul fb.com/luthfi widadgo eddyono BERTEPATAN  dengan penyelenggaraan the G20 Summit di Antalya Turki, Kota Istanbul sebagai pusat kebudayaan Turki juga menyelenggarakan kegiatan menarik yang selalu ditunggu setiap tahunnya, yaitu  Istanbul Marathon  2015. Diselenggarakan pada Minggu, 15 November 2015 lalu. Maraton ini terbilang unik karena melintasi dua benua, yaitu Asia dan Eropa melalui Boğaziçi Köprüsü atau lebih dikenal sebagai jembatan Bhosporus. Karenanya  Istanbul Marathon  tersebut kerap juga disebut sebagai the  Eurasia Marathon . Dalam penyelenggaraan yang ke-37, sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 1979 silam, selain menyelenggarakan lari maraton dengan jarak 42,195 Km, digelar juga pertandingan lari jarak 15 Km dan 10 Km. Bagi ...

Peran Tak Bertepi Generasi Kini

http://surabaya.tribunnews.com/2015/11/08/peran-tak-bertepi-generasi-kini Oleh : Luthfi Widagdo Eddyono Anggota Indonesia-Turkey Research Community/tinggal di Istanbul BERTEMPAT  di Ali Emiri Kultur Merkezi, Istanbul, Turki, Perhimpunan Pelajar  Indonesia (PPI) di Istanbul mengadakan Indonesian Student Association in Istanbul Youth (ISAY) Forum 2015, Sabtu (31/10/2015). Youth Empowerment and Entrepreneurship menjadi tajuk diskusi panel lintaskeilmuan ini. Hadir Murat Daoudov, President of Middle East Development Network, sebagai pembicara kunci. Murat menjabarkan, sejatinya peran pemuda pada dunia tidak bertepi oleh globalisasi seperti sekarang ini. Pembicara lain seperti Fardal Dalle Yılmaz, Merve Serire Topdas, Yesi Mariska, Yusuf A. Hermawan, Chris Kesihai, Abrar Zakki Effendi, dan Amer Maraqa meneguhkan tema yang diusung oleh PPI Istanbul  ini. Mereka adalah praktisi dan akademisi yang mumpuni di jejaringnya masing-masing. Dilansir dari release pani...

Menyimak Pemilu Parlemen di Turki

http://surabaya.tribunnews.com/2015/11/01/menyimak-pemilu-parlemen-di-turki Oleh: Luthfi Widagdo Eddyono Anggota Indonesia-Turkey Research Community, Tinggal di Istanbul, Turki TANGGAL  1 November 2015 ini merupakan hari penting bagi warga Turki. Hari itu berlangsung pemilihan umum (pemilu) parlemen Turki (Grand National Assembly) yang kedua setelah pemilu pertama, 7 Juni 2015 lalu tidak menghasilkan koalisi partai di parlemen.  Turki memang menganut sistem parlementer dengan presiden sebagai kepala negara yang saat ini dijabat Presiden  Erdoğan  dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan dijabat  Ahmet Davutoğlu . Pemilu 1 November 2015 seperti Pemilu 7 Juni 2015 lalu menggunakan sistem perwakilan proporsional daftar tertutup (closed list proportional representation). Terdapat 85 daerah pemilihan di 81 provinsi yang ada di Turki. Kurang lebih 54 juta pemilih terdaftar untuk memilih di Turki dan 2,9 juta pemilih dari luar negeri. Pemilu ked...

Mengadopsi Istanbulkart

http://surabaya.tribunnews.com/2015/10/30/mengadopsi-istanbulkart Catatan Luthfi Widagdo Eddyono Anggota Indonesia-Turkey Research Community/Tinggal di Istanbul  SEBAGAI  kota modern, Istanbul memiliki berbagai transportasi publik dengan standar pelayanan tinggi. Mulai dari bus, furnikular, metro bus (Bus Rapid Transit), trem, metro train, commuter trains,  Marmaray  (kereta bawah selat), dan ferryboats. Kemudahan menggunakan transportasi publik tersebut didukung dengan penggunaan smart ticket  Istanbulkart  yang mengintegrasikan seluruh sistem tiket eletronik per transportasi. Istanbulkart  ini berupa kartu transportasi yang menggunakan sistem RFID. Istanbulkart menjadi hal sangat vital bagi pengguna transportasi publik Istanbul karena tanpa terkecuali semua pengguna wajib melakukan tapping jika ingin naik salah satu alat transportasi. Dilengkapi alat otomatis untuk bisa melakukan isi ulang 'pulsa' di setiap stasiun atau terminal maup...

Diskusi: Pendidikan Berbasis Komunitas

Rhys Marmara Luthfi

Anak keduaku, Rhys Maramara Luthfi, 21 Oktober 2015

Menyaksikan Sakura Mekar di Istanbul

Oleh Luthfi Widagdo Eddyono, Mengawali musim semi yang sudah di depan mata, Indonesia-Turkey Research Community (ITRC) melakukan berbagai kunjungan budaya ke berbagai taman yang ada di Istanbul Turki. Salah satu taman terbaik yang sempat ditapaki pada Sabtu, 4 April 2015 adalah Baltalimanı Japon Bahçesi (Taman Jepang Baltalimanı) yang masih menyisakan beberapa pohon sakura yang sungguh indah terlihat di berbagai sudutnya. Berada di Distrik Baltalimanı Istanbul, tak jauh dari Selat Bhosporus, Taman Jepang tersebut merupakan simbol hubungan kedekatan Turki dan Jepang, khususnya bagi Kota Istanbul dan Kota Shimonoseki yang terikat pada program “ sister city ”. Baltalimanı Japon Bahçesi tampak sangat serius ditata dengan berbagai kelengkapan suasana negeri matahari terbit. Berada di balik pintu kayu yang jadi seperti pembatas dunia dan negara, memasuki taman merupakan suatu pengalaman tersendiri bagi siapapun, yang menyenangkan, karena akan langsung disuguhi pemandangan asia...

Mohammad Natsir: Sang Penggagas “Negara Demokrasi Islam”

Oleh Luthfi Widagdo Eddyono Luthfi Assyaukanie dalam buku Ideologi Islam dan Utopia, Tiga Model Negara Demokrasi di Indonesia (2011) menyebutkan paling tidak secara umum, terdapat tiga model pemerintahan yang dibayangkan dan didukung oleh tiga generasi Muslim Indonesia, yaitu pertama , Negara Demokrasi Islam yang bertujuan menjadikan Islam sebagai dasar negara, serta mendorong kaum Muslim mengambil peran utama dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia. Kedua , Negara Demokrasi Agama, yakni model yang menekankan pentingnya kehidupan pluralis di Indonesia dan bertujuan menjadikan negara pengawal semua agama. Ketiga , Negara Demokrasi Liberal, yang dapat juga disebut Negara Demokrasi Sekular yang bertujuan membebaskan agama dari dominasi negara (seperti yang diusung model kedua) dan mengusung sekularisasi sebagai fondasi negara. Terkait dengan itu, menurut Assyaukanie, Mohammad Natsir (1908-1993) adalah tokoh penting baik dalam wacana intelektual tentang Islam maupun dalam seja...

H.R. Rasuna Said: Tokoh Perempuan dan Orator Pergerakan

Oleh Luthfi Widagdo Eddyono Salah satu nama jalan protokol terkemuka di Jakarta adalah Jalan H.R. Rasuna Said. Jalan yang sangat dikenal di kawasan Kuningan Jakarta tersebut merupakan kawasan bisnis mewah, sekaligus sumber kemacetan pada jam sibuk Jakarta. Tidak hanya karena banyak pengguna mobil yang lalu lalang, tetapi juga karena di wilayah itu kerap dijadikan wilayah demonstrasi mengingat di sana terdapat sebuah kantor lembaga negara yang sangat penting bagi Republik Indonesia, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Siapa H.R. Rasuna Said? Tulisan “Jejak Konstitusi” kali ini akan mengupas salah seorang perempuan hebat pejuang kemerdekaan Indonesia yang juga penerima gelar Pahlawan Nasional sejak tahun 1974. Hajjah Rangkayo (H.R.) Rasuna Said lahir di Desa Panyinggahan, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 15 September 1910. Ayahnya bernama Muhamad Said, keturunan bangsawan Minang, seorang pengusaha dan aktivis pergerakan juga. Seusai menamatkan pendidikan das...

Syafruddin Prawiranegara: Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia

Oleh    Luthfi Widagdo Eddyono Syafruddin Prawiranegara kerap disebut sebagai Presiden juga, karena pria yang lahir di Serang pada 28 Februari 1911 ini pernah menjabat Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang terbentuk karena Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Syafruddin Prawiranegara pernah menempuh pendidikan ELS (1925), MULO Madiun (1928), dan AMS Bandung (1931). Selanjutnya beliau bersekolah di Sekolah Tinggi Hukum Batavia (sekarang Fakultas Hukum Universitas Indonesia). Pada tahun 1939-1940, beliau pernah menjadi pegawai Siaran Radio Swasta. Kemudian sempat menjadi Petugas Departemen Keuangan Belanda (1940-1942) dan Pegawai Departemen Keuangan Jepang ketika Jepang berkuasa di Hindia Belanda. Syafruddin Prawiranegara kemudian menjadi Anggota Badan Pekerja KNIP setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945. Aktif pada Partai Masyumi, pada tahun 1946 beliau menjadi Wakil Menteri Keuangan/Menteri Muda Keuangan Kabinet Sjahrir II dan...

Siti Soekaptinah: “Tokoh Kongres Perempoean Indonesia Pertama dan Anggota BPUPKI, Konstituante, DPRS RI, serta DPR RI”

Oleh Luthfi Widagdo Eddyono Lahir di Yogyakarta pada tanggal 28 Desember 1907, Siti Soekaptinah merupakan satu dari sedikit perempuan Indonesia yang mendapat kesempatan mengenyam pendidikan. Sempat bersekolah di HIS (diploma 1922) dan MULO Kweekschool Taman Siswa Yogyakarta (diploma 1926), Siti Soekaptinah kemudian menjadi guru sekolah “Taman Siswa” Yogyakarta yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantoro (Soewardi Soerjaningrat) bersama istrinya Nyi. Hadjar Dewantoro yang merupakan sekolah dengan sistem pendidikan nasionalis independen. Selain menjadi guru, dari tahun 1926-1929, Siti Soekaptinah juga menjadi pembantu Urusan Masyarakat Semarang mengepalai pondok orang ropoh dan menjadi anggota Gemeente Raad Semarang. Siti Soekaptinah juga pada tahun 1928-1929 merupakan penulis badan Kongres Perempoean Indonesia Pertama di Yogyakarta.  Menurut Susan Blackburn dalam buku Kongres Perempuan Pertama, Tinjauan Ulang, pada tahun 1922 Nyi. Hadjar Dewantoro telah membentuk organisasi Wa...

Mr. I Gusti Ketut Pudja: Pahlawan Nasional dari Sunda Kecil

Oleh   Luthfi Widagdo Eddyono Salah satu anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang akhirnya mendapat gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2011 adalah Mr. I Gusti Ketut Pudja. Beliau lahir di Singaraja, Bali pada 19 Mei 1908. Putra dari I Gusti Nyoman Raka dan Jero Ratna Kusuma ini mendapat pendidikan HIS Singaraja (diploma, 1922), AMS Bandung (diploma, 1926), dan Rechts Hoogeschool (diploma, 1934). Karenanya tokoh kemerdekaan ini juga merupakan pakar hukum yang mumpuni. Dalam bagian Biodata Anggota BPUPKI buku Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 28 Mei 1945-22 Agustus 1945 yang diterbitkan Sekretariat Negara Republik Indonesia (Jakarta: 1998), disebutkan I Gusti Ketut Pudja pada Januari 1935 merupakan volontair di Kantor Residen Bali dan Lombok. Pada tahun 1936-1942 beliau kemudian bekerja di Raad van Kerta (Pengadilan khusus di Bali). Pada 27 Januari-21 Juli 1...