Wednesday, October 29, 2008

PENTINGNYA PEMBUDAYAAN, PEMASYARAKATAN DAN PENDIDIKAN HUKUM

Perkembangan dan pembangunan sistem hukum nasional tidak hanya tergantung kepada lembaga-lembaga penegak hukum. Untuk menegakkan konstitusi dan konstitusionalisme, diperlukan kerja sama semua pihak, terutama unsur perguruan tinggi sebagai institusi yang akan melahirkan pemimpin bangsa dan negara, serta sebagai institusi yang dipercayai mampu melahirkan pemikiran-pemikiran kritis-obyektif-konstruktif. Hal tersebut diungkapkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqqie, S.H. pada peresmian Fakultas Hukum Swiss German University (FH SGU) Jumat, 12 Mei 2006 di ruangan Financial Club, Graha Niaga Building, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Prof. Jimly juga menyampaikan betapa pentingnya pembudayaan, pemasyarakatan dan pendidikan hukum (law socialization and law education). Menurut Jimly, tanpa didukung oleh kesadaran, pengetahuan dan pemahaman oleh para subyek hukum dalam masyarakat, nonsense suatu norma hukum dapat diharapkan tegak dan ditaati. "Karena itu, agenda pembudayaan, pemasyarakatan dan pendidikan hukum ini perlu dikembangkan tersendiri dalam rangka perwujudan ide negara hukum," kata Jimly.

Terkait dengan peresmian FH SGU, Prof. Jimly menyampaikan apresiasi atas kurikulum FH SGU karena pada semester enam memiliki mata kuliah practical training dalam bentuk internship di negara-negara ASEAN dan Eropa. Menurut Jimly hal ini sangat penting untuk memperkaya pemikiran dan pengalaman mahasiswa dalam bidang yang digelutinya. (Luthfi W.E.)

http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=142

No comments: