Wednesday, March 11, 2009

PERINGATAN WAISAK NASIONAL 2551 BE/2007

Oleh Luthfi Widagdo Eddyono

Sejarah ketatanegaraan di masa lalu telah mengajarkan kepada kita bahwa umat manusia tidak pernah berhenti memikirkan hubungan antara prinsip ketuhanan dengan persoalan kenegaraan. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., Ketua Mahkamah Konstitusi, pada peringatan Waisak Nasional 2551 BE/2007 di kompleks percandian Muarojambi Provinsi Jambi (1/6/2007).

Pada peringatan Waisak pertama di luar Jawa ini, Ketua MK juga menyatakan salah satu kesimpulan yang dapat dicatat dari pengalaman sejarah ialah bahwa wilayah kehidupan keagamaan dan wilayah kenegaraan memang dapat dan mudah dibedakan satu sama lain, tetapi tidak begitu mudah dipisahkan satu sama lain secara ketat dan kaku. "Untuk itu, penting sekali para pejabat negara berpartisipasi dan memberi perhatian pada setiap kegiatan keagamaan di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Peringatan Waisak Nasional 2551 BE/2007 di kawasan Candi Muarojambi, Provinsi Jambi dipilih Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) untuk mengingat masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya pada masa lampau. Candi Muarojambi yang terletak di bantaran Sungai Batanghari atau sekitar 30 km arah timur Kota Jambi juga merupakan situs purbakala terluas di Indonesia yaitu lebih kurang 12 km2 atau sepuluh kali luar Borobudur.

http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=376

No comments: